Sabtu, 19 April 2014

MAKNA LAMBANG SEKOLAH DASAR SD NEGERI



Makna lambang Sekolah dasar SD negeri yang sering kita lihat dipakai di sekolah atau pakaian seragam anak-anak sekolah dasar adalah sebagai berikut :

Bunga bintang sudut lima dan lima kelopak daun bunga
 :
Generasi muda adalah bunga harapan bangsa dengan bentuk bintang sudut lima menunjukkan kemurnian jiwa siswa yang berintikan Pancasila. Para siswa berdaya upaya melalui lima jalan dengan kesungguhan hati, agar menjadi warga negara yang baik dan berguna. Kelima jalan tersebut dilukiskan dalam bentuk lima kelopak daun bunga, yaitu: abdi, adab, ajar, aktif, dan amal.

Buku terbuka :
Belajar keras menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi, merupakan sumbangsih siswa terhadap pembangunan bangsa dan negara.

Tujuh belas butir padi, delapan lipatan pita, empat buah kapas, lima daun kapas :
Pada tanggal 17 Agustus 1945 adalah peristiwa penegakan jembatan emas kemerdekaan
 
Indonesia mengandung nilai–nilai perjuangan ’45 yang harus dihayati para siswa sebagai kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional. Kemerdekaan yang telah ditebus dengan mahal perlu diisi dengan partisipasi penuh para siswa.

Warna merah putih :
Warna kebangsaan Indonesia yang menggambarkan hati yang suci dan berani membela kebenaran.

 Warna coklat :
Warna tanah Indonesia, berpijak pada kepribadian dan budaya sendiri serta rasa nasional Indonesia.

Bangunan /Rumah :
Tempat putra putri menuntut ilmu

Tulisan SD :
Artinya tingkatan Sekolah Dasar


METODE DEMONSTRASI DALAM BELAJAR

      

 Metode demonstrasi berasal dari kata metode dan demonstrasiMenurut Winaputra (2005:17) mengatakan bahwa metode demonstrasi adalah metode mengajar yang menyajikan dengan mempertunjukan secara langsung objeknya atau cara melakukan sesuatu untuk mempertunjukan proses tertentu.

 Menurut Djamarah (2002:102) mengatakan bahwa metode demonstrasi adalah cara menyajikan bahan pelajaran dengan meragakan atau mempertunjukan kepada siswa suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik sebenarnya atau tiruan, yang sering disertai dengan penjelasan lisan. 

Dari pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi adalah suatu cara yang digunakan oleh guru dalam menyajikan materi pelajaran kepada siswanya melalui penjelasan lisan yang disertai dengan pertunjukan atau meragakan sesuatu secara langsung dengan menggunakan alat bantu baik bersifat sebenarnya maupun tiruan.
Dengan metode demonstrasi proses penerimaan siswa terhadap pelajaran akan lebih berkesan secara mendalam, sehingga membentuk pengertian dengan baik dan sempurna. Juga siswa dapat mengamati dan memperhatikan apa yang diperlihatkan selama pembelajaran berlangsung.
Ada beberapa karakteristik metode demonstrasi menurut Winatapura (2005: 4.18) adalah sebagi berikut:

   (1) Mempertunjukkan objek sebenarnya. (2) ada proses peniruan. (3) ada alat bantu yang digunakan. (4) memerlukan tempat yang strategis yang memungkinkan seluruh siswa aktif. (5) dapat guru siswa yang melakukanya.      

Di samping itu pula metode demonstrasi ini mempunyai empat kelebihan. Djamarah (2002:102) yakni:
    (1) Dapat membuat pengajaran menjadi lebih jelas dan lebih kongkrit, sehingga menghindari verbalisme (pemahaman cecara kata-kata atau kalimat) (2) siswa lebih mudah memahami apa yang dipelajari, (3) proses pengajaran lebih menarik, (4) siwa dirancang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan dan mencobah melakukan sendiri.    

Perkembagan mental peserta didik di sekolah antara lain meliputi kemampuan untuk bekerja secara abstraksi menuju konseptual. Implikasinya pada pembelajaran, harus memberikan pengalaman yang berpariasi dengan metode yang efektif dan bervariasi. Pembelajaran harus memperhatikan minat dan kemampuan peserta didik.
Pengunaan metode yang tepat akan turut menentukan aktivitas dan efisiensi pembelajaran. Salah satu metode yang dapat dipilah oleh guru adalah metode demonstrasi. Penggunaan metode demonstrasi ada dua macam: (1) demonstrasi oleh guru. Dimana guru memberikan pertunjukan contoh kepada siswa dalam mendemonstrasikan suatu masalah yang sesuai dengan materi pelajaran, (2) demonstrasi oleh siswa, siswa mendemonstrasikan kembali sesuai dengan apa yang telah didemonstrasikan oleh guru.
Penggunaan metode demonstrasi sangat menunjang proses interaksi mengajar di kelas. Dalam mengunakan metode demonstrasi agar bisa belajar efektif, maka perlu memperhatikan hal-hal menurut Roestiyah (200:84) adalah sebagai berikut:
  (1) Guru harus mampu menyusun rumusan tujuan instruksional, agar dapat memberi motivasi yang kuat pada siswa untuk belajar, (2) pertimbangan baik-baik apakah pilihan teknik anda mampu menjamin tercapainya tujuan yang telah anda rumuskan, (3) amatilah apakah jumlah siswa memberikan kesempatan untuk suatu demonstrasi yang berhasil, bila tidak anda harus mengambil kebijaksanaan lain, (4) apakah anda telah meneliti alat-lata dan bahan-bahan yang digunakan mengenai jumlah, kondisi, dan tempatnya. Juga anda perlu mengenal baik-baik atau telah mencobah terlebih dahulu, agar demonstrasi itu berhasil, (5)  harus sudah menentukan garis besar langkah-langkah yang akan dilakukan, (6) apakah tersedia waktu yang cukup, sehingga anda dapat memberi keterangan bila perlu, dan siswa bisa bertanya. (7) selama demonstrasi berlangsung guru harus member kesempatan pada siswa untuk mengamati dengan baik dan bertanya, (8) anda perlu mengadakan evaluasi apakah demonstrasi yang anda lakukan itu berhasil, bila perlu demonstrasi bisa diulang.  

Metode demonstrasi biasanya berkenaan dengan tindakan-tindakan atau proses yang harus dilakukan, misalnya proses mengatur sesuatu, proses mengerjakan dan menggunakannya, komponen-komponen yang membentuk sesuatu membendingkan suatu cara dengan cara lain dan untuk mengetahui atau melihat kebenaran sesuatu. Adapun tujuan penggunaan metode demonstrasi ini menurut Sumantri (1999:154 yaitu:  
   (1) Mengajarkan suatu proses atau prosedur yang harus dimiliki peserta didik atau dikuasai peserta didik, (2) mengkongritkan informasi atau penjelasan kepada peserta didik, (3) mengembangkan kemampuan pengamatan, pendengaran dan penglihatan para peserta didik secara bersama-sama.

Agar pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi berlangsung secara efektif, menurut Mulyasa (2008):108) langkah-langkah yang dianjurkan adalah sebagai berikut:
(a) Lakukan perencanaan yang matang sebelum pembelajaran mulai. Hal-hal tertentu perlu dipersiapkan, terutama fasilitas yang akan digunakan untuk kepentingan demonstrasi. (b) rumuskan pembelajaran dengan metode demonstrasi. (c) buatlah garis besar langkah-langkah demonstrasi, akan lebih efektif jika yang dikuasai dan dipahami baik oleh peserta didik maupun oleh guru. (d) tetapkanlah apakah demonstrasi tersebut akan dilakukan guru atau oleh peserta didik, atau oleh guru kemudian diikuti oleh peserta didik. (e) mulailah demonstrasi dengan menarik perhatian seluru peserta didik, dan ciptakanlah suasana yang tenang dan menyenagkan agar semua peserta didik terlibatsecara aktif dalam kegiatan pembelajaran. (f) upayakanlah agar semua peserta didk terlibatsecara aktif dalam kegiatan pembelajaran. (g) lakukan evaluasi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan, baik terhadap efektivitas metode demonstrasi maupuan terhadap hasil belajar peserta didik.

  Selain itu, kegiatan demonstrasi yang dilaksanakan selama proses pembelajaran menurut Djamarah (2005:19) mengemukakan bahwa:
   Langkah-langkah metode demonstrasi meliputi (a) mengemukakan materi pelajaran dalam kehidupan sehari-hari yang akan didemonstrasikan, (b) memperkenalkan alat dan bahan yang akan didemonstrasikan (c) Pembagian kelompok siswa secara heterogen, (d) sebelum siswa melakukan kegiatan demonstrasi baik secara kelompok, maka terlebih dahulu guru memberikan arahan atau bimbingan dalam kegiatan demonstrasi, atau sebaiknya gurulah yang melakukan demonstrasi, terlebih dahulu, (e) Setiap kelompok siswa melaporkan hasil kegiatan demosntrasi, kemudian ditanggapi oleh kelompok lain dan (f) memberikan evaluasi (tes formatif) kepada siswa.  

DAFTAR PUSTAKA

Winaputra, Udin S. 2005. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Universitas Terbuka.
Djamarah. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Roestiyah, 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Sumantri, Mulyani. 1999. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Depdikbud.
Mulyasa. 2008. Menjadi Guru Professional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Jumat, 18 April 2014

CONTOH DOKUMEN SEKOLAH


1.   File Surat Keputusan Tugas Mengajar dan Lampiran Download
2.   File Surat Keterangan Nomor Induk Siswa Download
3.   File Surat Keterangan Kehilangan Ijazah Download
4.   File Absensi Harian Kelas Download
5.   File Daftar Nilai Download
6.   File  Laporan PTK Download
7.   File Fomat Jadwal Supervisi Kelas Download
8.   File Buku Induk Pegawai (ISIAN)  Download
9.   File Buku Penghubung Siswa Download
10. File Data Untuk Kelas Denah Duduk (tempel)  Download
11. File Data Untuk Kelas Grafik  Absensi Kelas (Tempel) Download
12. File Data Untuk Kelas Keadaan Siswa (tempel) Download
13. File Data Untuk Kelas Tata Tertib Kelas (tempel) Dowload

TIPS MENGERJAKAN SOAL UJIAN NASIONAL


Kesuksesan banyak dipengaruhi oleh persiapan dan strategi awal yang matang. Demikian juga untuk dapat lulus dan memperoleh hasil yang memuaskan dalam Ujian Nasional, dibutuhkan persiapan dan strategi yang cerdas dalam pengerjaannya.
Beberapa fakta yang harus diketahui terlebih dulu terkait dengan soal UN tahun 2014 yang akan dihadapi besok adalah:
1.         Soal Ujian Nasional 2014 berbentuk multiple choice. Ini berarti sekosong apapun pikiran anda masih tetap bisa menjawabnya.
2.         Cara penilaiannya menggunakan benar salah. Maksudnya adalah benar mendapat skor, salah tidak mendapat skor. Ini berarti tidak ada pengurangan skor saat anda salah menjawab.
3.         Jumlah soal 40 atau 50 dengan waktu pengerjaan selama 120 menit. Dengan kata lain rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menjawab satu soal adalah 2 - 3 menit.
4.         Soal-soal UN dibagi menjadi 3 tingkat kesukaran: kelompok soal-soal mudah kurang lebih sebanyak 10%, soal-soal dengan tingkat kesukaran sedang sekitar 70%, dan soal-soal kategori sulit sebanyak 20%an.

Itulah beberapa fakta tentang soal UN yang harus dipahami terlebih dahulu karena akan berkaitan erat dengan strategi yang akan ditempuh dalam mengerjakan soal Ujian Nasional.
Strategi yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
1.        Lima belas menit sebelum ujian dimulai anda akan dipersilahkan untuk mengisi identitas diri. Kerjakan dengan teliti dan hati-hati karena ada beberapa kasus yang gagal lulus UN gara-gara pengisian identitas yang tidak tepat.
2.        Sesaat setelah soal dibagikan dan waktu mengerjakan sudah dimulai segera anda baca soal nomor 1 dengan cepat. Sekiranya anda dapat menemukan jawabannya silahkan tandai pada pilihan jawaban yang menurut anda benar, kemudian lanjutkan ke nomor berikutnya. Jika ternyata anda tak punya gambaran jawaban yang benar maka jangan terpaku pada soal itu tetapi segera tinggalkan dan beralih ke nomor berikutnya. Demikian seterusnya sampai ke soal yang terakhir. Strategi ini akan menghindarkan anda dari kehabisan waktu dan belum sempat menjawab soal-soal yang mudah.
3.        Berikutnya adalah anda kembali lagi mencoba menjawab soal dari awal. Akan tetapi untuk soal yang sudah anda jawab pada saat fase pertama tidak usah dibaca lagi. Cukup selesaikan soal-soal yang tadi belum terjawab. Analisis pilihan jawaban dan kalau mungkin persempit kemungkinan jawaban yang benar hingga tinggal 2 option saja. Selanjutnya cobalah mengingat-ingat lagi teori/rumusnya. Jika tetap tidak ingat maka gunakan logika atau penalaran anda. Pilihlah jawaban yang 'sreg' atau pas di hati.
4.        Sampai di sini yang tersisa adalah soal-soal yang sulit, yang tidak ada gambaran sama sekali untuk mengerjakannya serta tidak bisa dipersempit kemungkinan pilihan jawabannya. Ini adalah strategi pamungkas yang sebenarnya tidak dianjurkan, karena kemungkinan memilih jawaban yang benar tidak cukup besar. Sebelum anda melakukan strategi ini salinlah terlebih dahulu jawaban-jawaban dari soal yang sudah anda kerjakan di awal ke dalam LJK. Setelah itu analisislah jawaban yang sudah tercantum pada LJK. Hitung jumlah jawaban yang sudah dikerjakan per option dan pilih option yang paling sedikit. Misal jawaban B adalah yang paling sedikit maka semua soal yang belum terjawab anda isi dengan B semua. Strategi ini ditempuh dengan asumsi bahwa distribusi kunci jawaban menganut distribusi normal, dimana rata-rata per option adalah jumlah seluruh soal dibagi jumlah option +- 3. Contoh, untuk soal UN matematika jumlah soal adalah 40 dan option jawaban ada 5 buah, maka pada kunci jawaban rata-rata tiap option ada 8 buah.

Semakin banyak yang bisa anda kerjakan di langkah kedua maka semakin bagus nilai yang akan anda dapatkan, karena soal sulit yang harus anda kerjakan dengan strategi keempat akan semakin berkurang.
Demikian beberapa strategi umum yang bisa anda tempuh pada saat hari H pelaksanaan UN.
Adapun strategi untuk mengerjakan soal UN matematika, hampir 50 persen dapat anda kerjakan tanpa harus melakukan perhitungan yang panjang. Banyak soal UN matematika yang bisa anda kerjakan dengan penalaran. Beberapa penalaran itu diantaranya adalah dengan memasukkan angka atau pilihan jawaban ke dalam soalnya.

Ada pepatah yang mengatakan "bisa karena terbiasa". Semakin anda sering dan terbiasa mengerjakan soal maka anda akan menemukan sendiri cara cepat atau metode buatan sendiri untuk menyelesaikan soal UN Matematika. Maka, strategi yang menurut saya paling efektif dan paling dapat dipertanggungjawabkan dalam menghadapi soal UN adalah latihan, latihan, dan latihan. 

Sering saya mengatakan pada siswa-siswa saya di kelas; ketika anda sudah sering ketemu dengan soal UN matematika, bahkan hanya dengan memandang sekilas dan dikedipin saja sudah bisa ketemu jawabannya. Sedangkan untuk soal yang agak  sulit harus dipelototin baru ketemu jawabannya.
Akhirnya, selamat belajar dan berlatih. Jangan lupa untuk selalu berdoa dan memohon doa restu orang tua agar pada saatnya nanti mengerjakan soal UN diberi kelancaran serta kemudahan.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More